(
Bertemu, Bercerita, Berbagi)
![]() |
| Logo Reuni 30 tahun Necis One 88 |
“Hai apa kabar? Kamu sekarang tinggal dimana? Apa kegiatan kamu? Anakmu
sudah berapa? Alhamdulillah ya kita bisa bertemu lagi”. Sekelumit obrolan
di antara teman waktu reuni tentunya banyak diutarakan. Sekian lama tak
berjumpa tentu membuat seseorang merindukannya. Apa lagi dalam rentang waktu 30
tahun, tentunya kabar teman lama sangat dinantikan. Perubahan banyak
menghampiri, yang dahulu kulitnya kencang, kini sudah mulai mengkerut.
Pandangan yang dulunya setajam silet, kini lambat laun mulai berkurang.
Begitupun daya ingat, awalnya brlian
hari ini sudah mengalami masa penurunan.
Lewat
Reuni itulah, maka seseorang akan merasa
terungkit masa-masa lalu. Ada ikatan kesamaan yang mengundang seseorang untuk
mendatanginya. Sehingga disana tercipta kebersamaan, kebahagiaan, keikhlasan, pengorbanan, perjuangan dan magnet kenangan
yang tak bisa tergantikan. Maka tak heran, ada alumni yang jauh-jauh dari Kota Pahlawan Surabaya. Ujang solehudin sengaja memesan tiket Juanda-Soeta
jauh-jauh hari. Atau Sutisna yang harus berjam-jam dalam Bis malam dari Cirebon
ke Sukabumi. Hanya satu niat, ingin mengabulkan apa yang tersirat dalam hati
untuk bersua kawan lama.
Pukul
06.00 seperti yang dijadwalkan peserta satu per satu datang ke Gelanggang
Cisaat. Sebuah tempat di kala sekolah dulu, menjadi tempat berkumpul untuk mata
pelajaran Olah raga. Sekelebat terbayang wajah guru Olah raga seperti pak Dadin
dan pak David Leo yang melatih kami untuk pentingnya berolah raga. Mereka
mengajarkan kepada kami yang masih belia, untuk selalu aktif karena masih
berada pada masa pertumbuhan.
Sudah menjadi kebiasaan di kalangan orang
Indonesia, kalau ketepatan waktu tak lagi menjadi prioritas. Sehingga ada
anekdot, “Bukan Indonesia Kalau Tak
Telat”. Seperti kali ini, ada dua orang yang membuat molor keberangkatan yakni Devi dan Syamsudin. Mendengar nama Devi penulis
langsung teringat, kalau orang ini memang langganan kesiangan, ketika sekolah juga wkwkwkkw.... alasannya sih karena jarak rumah ke sekolah sangat dekat banget. Sementara Syamsudin, belum juga kelihatan batang
hidungnya. Hal ini membuat panitia harus berkali-kali menghubungi. Begitu
mereka yang ditunggu datang, tak lama kemudian ketua Forum 88 Andi Rusmawan yang saat ini menjadi kepala Desa di salah satu desa di kecamatan Cisaat, mengajak peserta berdoa untuk segera berangkat ke tempat yang disepakati yakni
Taman Bunga Nusantara.
Bagaikan anak SMP, yang
namanya kegaduhan, kejenakaan, kehebohan
mewarnai sepanjang perjalanan. Ada yang
berkaraoke Ria, ada yang asyik dengan saling ledek, ada yang enjoy bercerita
dengan teman sekursi, sambil sekali-kali menikmati suasana jalan berliku
Cianjur-Cipanas. Gelak tawa riang Ujang
Sholehudin sepertinya menjadi pemenang
kalau seandainya adu kontes tertawa. Ada juga Rita yang berprofesi sebagai guru
SD, saat itu muntah karena mabuk perjalanan. Anehnya malah jadi bahan guyonan
dengan dishoot oleh Nurdin Okky, (Dosa
loh Okky hahhaa...) itu namanya “Tertawa
diatas Penderitaan orang lain”. Tapi saat-saat inilah yang justru akan
menambah kehangatan. Tak ada kesal yang menggelayut, semua sirna dalam sebuah keakraban.
Sekitar pukul 09.30 kami tiba di
lokasi, Kamera Dron yang mengangkasa menyambut kehadiran
kami. Luar biasa panitia yang diketuai
oleh Adam Saeful Malik ini, sehingga semua acara terdokumentasi secara rinci. Dan ini juga tak luput dari campur
tangan sang photoghrafer yang merupakan
alumni 88 juga, Roni namanya dengan brand dotnetphotografy.
Ada cerita dari panitia kala
berembuk untuk memutuskan tempat yang dituju. Katanya ada yang mau di Sukabumi
saja, ada yang mau ke pantai, ada yang mau ke Situ Gunung dan banyak masukkan
tentang kemana akan terlaksananya acara langka ini. Dan keputusan Taman Bunga Nusantara ini, merupakan hasil
final dari rentetan diskusi. Sebuah
taman peninggalan era presiden Soeharto, terletak di Kawung Luwuk bilangan
Cipanas kabupaten Cianjur. Subhanalloh kami
disuguhi oleh indahnya hamparan bunga warna-warni, penuh pesona dengan tatanan
rapi sejuk dipandang, membuat jiwa rileks penuh kedamaian. Keunikan lainnya
banyak patung binatang yang bukan terbuat dari beton atau kayu. Tapi tersusun
dari rangkaian bunga aneka warna
melengkapi eloknya hamparan taman ini.
![]() |
| Indahnya patung burung merak yang tersusun dari aneka bunga |
Waktu terus berlalu, acara temu
kangen inipun dimulai yang dipandu Eli Nurlaeli, yang sehari-harinya mengajar
Bahasa Jerman di SMA 4 Sukabumi. Ada sambutan dari panitia dan ketua Forum 88,
dan ada suguhan tilawah oleh Dedi yang
sebetulnya Qori dadakan. Asli ini mah dadakan, karena di Run Down acara yang disebar
di grup whatsapp tak disebutkan siapa yang akan membacakan Alquran. Luar biasa
walaupun kami yang notabene sekolah umum, ternyata memiliki Qori yang suaranya boleh juga.
Berlanjut
dengan tausyiah yang dibawakan oleh Ari Ruspitasari, yang menjelaskan wajibnya
kita introspeksi terhadap waktu. Sebuah tema yang cocok, karena memang usia
kami tak muda lagi. Sebentar lagi usia 50 tahun akan menghampiri kami, sehingga
memperhatikan waktu sebuah keniscayaan yang harus jadi acuan diri.
Perhatikanlah di kepala kami, beberapa lembar uban telah muncul bagai mutiara.
Gurat-gurat kecantikan teman wanita telah mulai mengkerut. Begitupun yang teman
pria, kegagahannya mulai berkurang. Bahkan banyak teman-teman kami yang tak
bisa hadir karena telah dipanggil Allah ke haribaan-Nya.
![]() |
| Ustadzahnya Necis One 88 (Ari Ruspitasari) |
SUKA RIA DALAM KEBERSAMAAN
Untuk membuat tepat bugar,
menggerakkan tubuh berolah raga sangat diperlukan. Itulah sebabnya panitia
mengajak senam rame-rame. Bukan SPI atau SKJ seperti kami dahulu, tapi senam
yang lagi trend saat ini yakni senam Maumere.
Senam yang berasal dari Nusa Tenggara Timur ini, diiringi musik dengan
lantunan lagu Gemu Fa Mi Re, yang
dinyanyikan Ujang Baden (mang Duyeh)
dengan suara emasnya. Organ tunggal pengiringnya digawangi Hendra yang
merupakan alumni Necis One 88 juga. Jangan Anda bayangkan kalau gerakkan
senam kami tak sehebat waktu sekolah
atau segesit Aprilia kontingen Porda V Jawa Barat 1988, yang sayang dia
berhalangan hadir di acara Reuni ini. Senam berlalu nafaspun memburu memenuhi
rongga, jantung berdendang mengguncang aliran darah memenuhi tubuh. Kelihatan
sekali kalau peserta tak seperkasa waktu itu. Padahal waktu senam tak lebih
dari tujuh menit. (hah...heh...hoh...)
Dalam sebuah moment penting
seperti ini, biasanya ada Surprise yang tak disangka-sangka.
Dan kejutan ini diberikan kepada Syamsudin yang dua hari lalu merayakan ulang
tahun. Lagu Happy Birth Day
menghiasai kemeriahan siang itu. Lilin berbentuk angka 46 pun tak luput
ditiupnya. Deru haru dan bahagia dia ungkapkan,
![]() |
| Surprise buat yang Ulang tahun |
Agenda selanjutnya adalah SELAYANG PANDANG, beberapa perwakilan
peserta menyuguhkan kenangan masa-masa sekolah dulu. Adalah Dedah yang membuat peserta tertegun
akan kisah yang dialami tempo dulu. ”Waktu
sekolah itu, saya mempunyai kenangan yang sulit dilupakan. Dan saya khawatir
dalam usia yang mulai tua ini, sesuatu yang kualami menjadi penghalang saya
untuk masuk ke Surga-Nya Allah”.
Perempuan yang di musim haji 2015 menunaikan rukun islam ke-5 ini sesaat
menghembuskan nafasnya. Matanya mulai
berkaca dan hentakan jantungnya mulai berdegup kencang. Lanjutnya, “Kala itu semua siswa harus melakukan shalat
berjamaah, sementara tempat wudhu
terbatas, sehingga para murid harus rela antri. Mungkin karena tabiat anak-anak
kala itu, belum memiliki rasa keteraturan dalam pekerjaan. Di tengah
desak-desakkan itulah cipratan air mengenai
seorang teman wanita. Sontak perlakuan saya ini, membuat dia marah.
Teman yang dimaksud adalah Ai Nurhayati”.
Semua peserta mencari orang yang
disebut Dedah, sementara orang yang dimaksud berdiri lalu menghampirinya. Dalam
hatinya seolah tak percaya,karena Ai Nurhayati yang aktif sebagai pengajar di
SMP 3 Sukabumi ini, sama sekali tak mengingat peristiwa yang ternyata sangat
berbekas di hati seorang Dedah. Peluk erat dua sahabat ini, membuat suasana
agak terharu. Dari ujung mata tak terasa deraian air mata menganak sungai,
jatuh hangat membasahi pipi-pipi mereka.
Sebuah dekapan maaf tanda keikhlasan. Disini kita belajar, bahwa Reuni
bukan ajang pamer harta, kedudukan atau hal lain yang terkadang menjadi momok
penghalang bagi alumni untuk datang. Tapi Reuni mengajarkan kepada kita akan
pentingnya ikatan Silaturrahim, keikhlasan, kebersamaan.
![]() |
| peluk haru dua sahabat |
Mentari di langit kawasan Puncak
Cipanas mulai beranjak ke arah barat. Rangkaian acara mulai Game, lomba balap
karung, tarik tambang, lomba joget dengan jeruk menempel di dahi, berjalan
memakai bakiak, berpacu dalam melodi dan lain sebagainya.
Semua terlaksana
dalam nuansa hangat penuh nostalgia. Semua peserta menorehkan tanda tangan di
sepanduk selamat datang. Tak ketinggalan ada sesi photo yang kelak di kemudian
hari, mungkin akan menjadi kenangan indah yang terarsif di hati masing-masing.
![]() |
| game yang mengasyikkan |
Setelah puas di arena berkumpul, peserta
dimanjakan panitia menaiki kereta wara-wiri untuk menelusuri setiap sudut areal taman yang
luasnya 35 hektar ini. Keren abis deh panitia, membuat peserta merasa puas.
Namun kebersamaan ini sepertinya akan berlalu. Kilasan senja telah mulai
mengepakkan sayapnya. Kamipun melingkar bergandengan tangan, mengeratkan
jiwa-jiwa yang selama ini terpendar. Lagu kemesraan
yang dilantunkan bersama, mampu memberikan sensasi tersendiri.
".....kemesraan ini.... janganlah cepat berlalu... kemesraan ini... ingin kukenang selalu... HATIKU DAMAI.... jiwaku tentram bersamamu...."
".....kemesraan ini.... janganlah cepat berlalu... kemesraan ini... ingin kukenang selalu... HATIKU DAMAI.... jiwaku tentram bersamamu...."
Adanya awal tentu ada akhir
Tibalah kami di penghujung acara
sore itu, kami mengikhlaskan tangan dalam balutan Jabat erat.
Saling memaafkan dalam rajutan persahabatan.
Kami telah bersama, melewati masa untuk menyongsong masa depan.
Biarkan sejuknya Taman Bunga Nusantara menjadi saksi,
kalau kami adalah SATU.
Kami pernah melewati hari-hari yang penuh makna.
Selamat berpisah sahabat...
Kalau ada sumur di ladang, bolehlah kita menumpang mandi.
Kalaulah ada umur kita panjang, REUNI ke-40 kita berjumpa kembali.
#NecisOne
#NecisOne88







Tidak ada komentar:
Posting Komentar