Minggu, 25 Februari 2018

Kaulinan Kids Zaman Old

Kaulinan barudak necis One 88

Anak-anak zaman dahulu, melakukan permainan bukan melulu melatih konsentrasi. Tapi didalamnya memiliki unsur kekompakan, kebersamaan, dan tanggung jawab . Sekedar mengingat masa-masa lalu, alumni SMP N 1 Cisaat, Sukabumi angkatan tahun 1988 (Necis One 88), yang pekan lalu (17/02/2018) melakukan reuni yang ke-30, tak luput ber-Game ria ala baheula. Memang tak semua permainan tempo dulu dilakukan, karena keterbatasan waktu yang tersedia. Tapi lumayan asyik loh, jadi inget masa unyu-unyu.


Permainan apa saja yang dilakukan ?


Ø  Lomba Bakiak

Di tahun 80-an kesana, yang namanya bakiak masih familiar kita lihat. Penulis sendiri jadi teringat Pak Duraji pengrajin bakiak yang rumahnya tak jauh dari lapang sepak bola Mangkalaya Cisaat. Sepertinya udah almarhum tuh si abah yang murah senyum ini.

Detik-detik terakhir
Deni Cs memenangkan pertandingan
 Alas kaki yang terbuat dari kayu bertalikan karet ban bekas ini, akan menjadi keseruan tersendiri kalau bakiaknya berbentuk panjang, dengan tali pengikat lebih dari satu. Sehingga yang menggunakannya bisa banyakan,minimal 2 atau 3 orang per kelompoknya. Nah, disinilah tiap kelompok dibutuhkan kerja sama agar sampai ke finish dengan selamat dan tercepat. Bisa dibayangkan kan, ketika kekompakan tak jadi prioritas. Kebanyakan memang seperti itu, keseimbangan dan kerjasama yang tak serempak, sudah dipastikan mereka akan terjatuh. Nah, disinilah keseruannya,  lucu, gokil abis pokoknya, ketika peserta yang nyaris usia 50-an tahun ini bermain lomba bakiak.
Empat pasang adu ketangkasan lewat lomba bakiak


Ø  Lomba Tarik Tambang

Perlombaan yang satu ini, sepertinya menjadi permainan wajib musim peringatan Agustusan. Game yang satu ini, bukan saja kekompakan,  tapi peserta dibutuhkan fisik yang prima. Karena adu kekuatan ini dibutuhkan tenaga yang lumayan, maka panitia membagi tim dengan kriteria penglihatan saja. Yang penting masing-masing peserta harus seimbang, jangan  sampai kelompok lemah  berhadapan dengan kelompok yang  terlalu kuat. Biasanya ga seru  kalau tak seimbang, karena si lemah bisa langsung tersungkur. Berbeda dengan posisi seimbang, maka tarik menarik antar tim begitu heboh.  Lagi-lagi kekompakkan dan kekuatan tenaga Tim diuji, dan yang lahir sebagai pemenang  waktu itu dimenangkan oleh tim yang digawangi Baden Saefulloh.

Ini mau tarik tambang apa wefie sich???



Ø  Lomba Joged

Tingkah aneh peserta kala jeruk bergeser
Wah... kalau game yang satu ini pastinya dijamin seru deh, bukan karena goyangannya harus meliuk bagaikan zaskia gotik, tapi jogednya itu harus berpasangan sambil mengapit buah jeruk yang harus menempel di dahi. Sudah dipastikan sulit kan, wong bentuk buah ini bulet jadi sangat mudah untuk menggelinding.





Dibutuhkan konsentrasi tingkat tinggi

Siapa yang jatuh jeruknya maka itu dianggap gugur. Gak-gak habis deh, edisi permainan ini, karena melenceng sedikit saja itu buah, maka kelucuan muncul.  Peserta akan berusaha mempertahankan jeruk supaya ga jatuh,sehingga banyak tingkah aneh tak karuan. Posisi jeruk ada yang pindah ke pipi, ke dagu, ke hidung dan bagian muka lainnya. Yang tetap bertahan sampai nyanyian habis itulah yang keluar sebagai pemenangnya.






ØBalap Karung

Untuk yang satu ini sudah dipastikan teman-teman sudah tahu kan?  Game ini membutuhkan teknik juga loh, saya yakin sprinter kelas dunia Usain Bolt asal Jamaika-pun, kalau disuruh lomba lari pakai karung, belum tentu jadi pemenang.

Uji teknik dengan balap karung
   
 Balap karung ini, peserta diminta berlari dari Start sampai Finish dengan mengguanakan karung. Siapa yang cepat sampai, maka dialah lahir sebagai pemenang. Yang tak memiliki teknik bermain yang bagus, sudah dipastikan akan berjatuhan. Ketika banyak peserta yang berjatuhan inilah maka muncul gelak tawa.









Ø  Berpacu Dalam Melodi

Selebrasi setelah menjawab pertanyaan
dalam kuis"Berpacu Dalam Melodi"


Kamu yang ngalami kejayaan TVRI, tentunya tahu acara yang dipandu Koes Hendratmo ini? Kuis ini menekankan pengetahuan musik yang mumpuni, karena peserta harus menjawab judul lagu dan nama penyanyi, sesuai pertanyaan yang diajukan.

 Kalau di sesi rangkaian nada,  tim musik yang pada kesempatan ini dimainkan oleh organ tunggalnya Hendra, (mungkin Ireng Maulana All Star versi Necis One88 hehehe...) 

Hendra akan memainkan beberapa potong harmoni, lalu berhenti tiba-tiba. Sementara di sesi sambung kata, tim penanya yakni Eli Nurlaeli membacakan beberapa quote yang berhubungan dengan jawaban. Hemmm.... bener-bener kudu terasah yang namanya memori. Apa lagi kebanyakan soalnya lagu yang berhubungan dengan lagu lawas tahun 80-an. Di acara kuis ini, ada peserta yakni Ujang Baden yang kena diskualifikasi. Kenapa? Karena dianggap pengetahuan dia soal lagu diatas rata-rata semua alumni. Jadi kurang seru lah, masa yang jawab dia terus. 


Kecrek Bayi Pengganti Bell
 Serunya mantan ABG tahun 80-an ini mereka berebut jawaban dengan mengangkat kecrek (mainan bayi) sebagai pengganti Bell di acara sesungguhnya.” Tak ada rotan akarpun jadi. Tak ada bel kecrekpun jadi”. Hahhhaa... Kelompok yang bermain di game ini dibagi 3 kelompok yakni grup hijau, biru dan kuning. Dan pemenang kali itu adalah tim hijau yakni kelompoknya Ujang Maman dan kawan-kawan.

Tim Biru Pemenang
Kuis Berpacu Dalam Melodi

Ø  Tebak Guru

Tim penanya, akan menanyakan sedikit potongan profil guru yang dulu mengajar. Untuk mengetes daya ingat aja nih, maklum 30 tahun yang lampau sudah cukup lama untuk mengingat sesuatu. Tapi keren juga nih kuis, soalnya peserta reuni jadi flash back membuka memori yang mungkin masih mampir di benaknya.

Tukar Kado

Kalau yang satu ini bukan permainan, tapi benar-benar membuat rangkaian acara jadi meriah. Setiap peserta dianjurkan membawa kado. Nilai barang sih, tidak terlalu mahal, malah cukup dibawah harga 20.000 saja. Karena bukan harga, tapi seru-seruan saja, biar acara lebih hidup. Bagi yang tak sempat membawa kado, atau tak tahu harus membawa kado, sebagai penggantinya diganti dengan ngamplop pakai duit, dengan isi bebas berapapun. Evi asal Cibatu, mewakili panitia memberi aba-aba, "Kadonya diputar ya, nanti diiringi musik. ketika musik berhenti, maka saat itulah berarti kado yang di tangan itulah hak kita" Demikian Evi memberi aba-aba.


Pemutaran kado 
Dan kadopun berpindah tangan dari peserta satu ke peserta lainnya. Musikpun tiba-tiba berhenti, sontak alumni merasa kalau yang di tangannya adalah miliknya. Tapi tidak ternyata, soalnya pas musik itu berhenti, ternyata ada yang ga megang kado, sementara yang lain justru dia memegang dua kado. Panitiapun memberi intruksi, agar musik berjalan kembali sampai benar-benar setiap orang memegang satu kado. Walhasil sampai 3 kali diulang, tetap saja ada yang ga pas. Akhirnya ketua panitia Adam Saeful Malik, memberi keputusan karena mencoba diulang tetap hasilnya seperti tadi, keputusannya siapa yang dapat dua harus diberikan ke orang yang tak mendapatkan kado. Dan lucunya, termasuk penulis sendiri mendapatkan kado dari diri sendiri, istilahnya jadi balik modal dah.


              

                Sebetulnya permainan tempo dulu  ini banyak, ada benteng-bentengan, sondah, oray-orayan, babancakan dan aneka ragam game zaman old lainnya. Permainan yang menitik beratkan  HAPPY-nya ini, tujuan utamanya untuk lebih menjalin keakraban sesama alumni. maksudnya  untuk sejenak bercengkrama dengan sahabat lama. Lebih menekankan kehebohannya dari pada ajang kompetensi untuk meraih prestasi. Namanya emak-emak sama bapak-bapak, sudah ga zamannya kali marahan ketika kalah dalam permainan. So.... sampai jumpa di game selanjutnya ya...


#Reuni NecisOne88
#BertemuBerjumpaBerbagi

Tidak ada komentar:

Indahnya Masa Putih Biru

  Kenangan yang terukir indah. Saat kita bersama dalam suka yang penuh cita. Dibawah nuansa putih biru yang tak mudah dilupakan. Tiga dasawa...